Musik Satukan 20 Tahun Perjalanan Farmasi UNISBA

Rocket Rockers Tampil pada acara reuni Fakultas Farmasi UNISBA

Bandung – Lantunan lagu Kisah Yang Tak Sempurna oleh Rocket Rockers memenuhi aula Gedung Hj. Kartini Kridoharsono Universitas Islam Bandung, Sabtu, (05/09). Band legendaris beraliran pop-punk asal Bandung ini membuat ratusan alumni mengenang memori indah masa kuliah dalam gelaran “20 Tahun Jejak Langkah Farmasi UNISBA”.

Band yang baru merilis single baru pada Maret 2026 lalu ini, berhasil membuat seisi aula berdendang. Ya, musik merupakan alat komunikasi universal yang mampu meruntuhkan dinding pembatas, termasuk sekat usia. Tanpa perlu kata-kata yang rumit, getaran nada dan harmoni memiliki kemampuan alami untuk menyentuh emosi setiap manusia—mulai dari anak-anak, remaja, hingga lansia.

Dalam momen seperti reuni, kehadiran pertunjukan musik memiliki peran krusial untuk mengubah suasana canggung menjadi lebih akrab. Tak hanya itu, Rocket Rockers seakan mampu memutar kembali mesin waktu. Playlist era 2000an membawa kembali kenangan kolektif masa-masa menimba ilmu yang pernah dilewati bersama.

Perwakilan panitia dan Rektorat membuka acara reuni Fakultas Farmasi dan Sains, UNISBA di Aula Gedung Hj. Kartini Kridoharsono, Sabtu, 5 September 2026. (Foto: Agung Hardiansyah)
Perwakilan panitia dan Rektorat membuka acara reuni Fakultas Farmasi dan Sains, UNISBA di Aula Gedung Hj. Kartini Kridoharsono, Sabtu, 5 September 2026. (Foto: Agung Hardiansyah)

Tak hanya itu, alumni homecoming setelah 2 dekade berlalu ini sekaligus jadi moment memperkenalkan perubahan status dari Program Studi Farmasi yang sebelumnya berada di bawah naungan FMIPA, menjadi Fakultas Farmasi dan Sains. Perubahan status ini secara resmi telah disandang sejak April 2026.

Momen semakin terasa bermakna dengan perubahan nomenklatur, yang merubah Jurusan Farmasi berubah menjadi fakultas farmasi dan sains.” Ungkap Ratna Januarita, Wakil Rektor Bidang Alumni dan Kerjasama, Universitas Istam Bandung. (05/09/2026)

Sejak pertama kali berdiri, UNISBA telah mencetak 52.500 lulusan alumni yang menjejakkan prestasi di seluruh negeri. Sementara Farmasi UNISBA yang mulai berdiri sejak 2006, telah mencetak lebih dari 2.000 lulusan yang telah bekerja di berbagai bidang farmasi. Meski demikian, tantangan tak pernah lepas, seiring dengan ketatnya persaingan terutama di dunia kerja. 

Seperti yang diungkap Firman Shakti Firdaus, selaku Kepala Bagian Alumni dan Pengguna Lulusan. “Jumlah alumni merupakan social capital dengan tujuan dapat bertumbuh, dan berdampak”. Sementara itu gelaran 20 Tahun Jejak Langkah Farmasi UNISBA juga menghadirkan sesi diskusi yang dipandu jurnalis senior Agung Hardiansyah. Para pembicara adalah alumni yang telah bekerja di berbagai bidang farmasi meliputi farmasi klinis, industri farmasi, farmasi rumah sakit, hingga akademisi.

Sharing session alumni bertajuk "20 Tahun Jejak Langkah Farmasi UNISBA", selaku moderator jurnalis senior Agung Hardiansyah di Aula Gedung Hj. Kartini Kridoharsono, Sabtu, 5 September 2026. (Foto: Dokumentasi)
Sharing session alumni bertajuk “20 Tahun Jejak Langkah Farmasi UNISBA”, selaku moderator jurnalis senior Agung Hardiansyah di Aula Gedung Hj. Kartini Kridoharsono, Sabtu, 5 September 2026. (Foto: Dokumentasi)

Di sisi lain, lulusan farmasi dituntut untuk memiliki soft skill dan kemampuan leadership yang baik untuk menjawab berbagai tantangan di dunia kerja. “Tantangan terberat adalah sumber daya manusia. Di dunia industri misal ada bawahan yang tidak memiliki pemahaman terhadap suatu produk itu akan menyulitkan kerja tim. Kita, lulusan farmasi begitu masuk industri memang sudah ditempatkan langsung di mid level yang membawahi cukup banyak tim, oleh karenanya leadership mesti kita kuasai” ungkap Nurul Priadi lulusan angkatan 2013 dalam sesi diskusi.

Karena itu, harapan adanya mentorship dan komunikasi berkelanjutan antar alumni diharapkan dapat mempermudah calon lulusan maupun lulusan yang masih berjuang mendapatkan kesempatan berkarir di bidang-bidang yang sesuai, seperti yang diungkap Hilmi. “Angkatan baru mengharapkan adanya mentor dan informasi jeniang karir di bidang farmasi, memiliki peminatan di industri farmasi.” (05/09/2026)

Diskusi interaktif antara alumni dan mahasiswa aktif Fakultas Farmasi dan Sains, UNISBA di Aula Gedung Hj. Kartini Kridoharsono, Sabtu, 5 September 2026. (Foto: Agung Hardiansyah)
Diskusi interaktif antara alumni dan mahasiswa aktif Fakultas Farmasi dan Sains, UNISBA di Aula Gedung Hj. Kartini Kridoharsono, Sabtu, 5 September 2026. (Foto: Agung Hardiansyah)

Jumlah lulusan farmasi yang tak terhitung jumlahnya, membuat persaingan di dunia kerja semakin ketat dan tak terelakkan. Karena itu, meningkatkan nilai-nilai tambah diluar akademis dapat menjadi solusi. “Tidak ada kata terlambat untuk hal-hal yang kita tekuni dan jangan menyerah.” Pesan Dini, Alumni Angkatan 2007.

Penulis: Dzikra Imron

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top