Dari Tamiya hingga BMX, Nostalgia Masa Kecil yang Bikin Generasi 90’s Kembali Seru-Seruan

BANDUNG – Ada yang masih ingat rasanya sibuk ngoleksi mobil-mobilan diecast, atau menghabiskan waktu sore sepedaan pakai BMX? Buat sebagian orang, item-item itu mungkin hanya bagian dari kenangan masa lalu. Tapi, buat generasi yang tumbuh pada era 1990-an hingga awal 2000-an, semua mainan-mainan itu, menyimpan cerita seru yang melekat pada memori masa kecil. Suasana nostalgia…

Peserta Kontes BMX adu skill di outdoor arena di Sawarga Coutryard, Sumaba, Bandung. Foto: Dokumentasi Sumaba
Peserta Kontes BMX adu skill di outdoor arena di Sawarga Coutryard, Sumaba, Bandung. Foto: Dokumentasi Sumaba

BANDUNG – Ada yang masih ingat rasanya sibuk ngoleksi mobil-mobilan diecast, atau menghabiskan waktu sore sepedaan pakai BMX? Buat sebagian orang, item-item itu mungkin hanya bagian dari kenangan masa lalu. Tapi, buat generasi yang tumbuh pada era 1990-an hingga awal 2000-an, semua mainan-mainan itu, menyimpan cerita seru yang melekat pada memori masa kecil.

Suasana nostalgia itulah yang terasa banget pas dateng ke Hobbies Fest 2026 di Summarecon Mall Bandung pada tanggal 29 Oktober 2026 sampai 1 November 2026. Pehobi dan komunitas kumpul bareng sekaligus partisipasi dalam aktivitas yang membuka lagi kenangan masa kecil.

Yang bikin menarik, nggak cuma soal unjuk ragam koleksi yang menguras cuan, tapi banyak kegiatan yang melibatkan keterampilan, kreativitas, kompetisi, hingga interaksi antarkomunitas. Pengunjung bisa melihat bagaimana sebuah hobi yang dahulu dilakukan untuk mengisi waktu luang kini berkembang menjadi aktivitas serius dengan komunitas dan penggemarnya sendiri.

Hobi Lama, Keseruan Baru

Pada festival yang terselenggara selama 3 hari ini, jadi bukti kalau hobi bisa jadi jembatan antargenerasi. Dunia koleksi, misalnya, punya daya tarik tersendiri bagi mereka yang gemar mengumpulkan miniatur mobil, die cast, hingga mainan-mainan yang pernah populer pada masanya.

Penyuka aviasi dengan koleksi miniatur pesawat, Jum'at, 30 Oktober 2026. Foto_ Dzikra Imron.png
Penyuka aviasi dengan koleksi miniatur pesawat di area Lantai Dasar, Summarecon Mall Bandung, Jum’at, 30 Oktober 2026. Foto: Dzikra Imron

Bagi generasi milenial, melihat mobil-mobil die cast mungkin bukan sekadar melihat miniatur kendaraan. Ada kenangan tentang masa ketika mereka rela menyisihkan uang jajan untuk mendapatkan satu koleksi baru, bertukar mainan dengan teman, atau memamerkan koleksi kesayangan di rumah.

Sementara itu, BMX juga punya cerita tersendiri. Sepeda yang identik dengan budaya jalanan ini pernah jadi bagian dari keseharian anak-anak dan remaja yang menghabiskan waktu di luar rumah. Bersepeda bareng temen-temen, menjelajahi lingkungan sekitar, hingga unjuk kebolehan kemampuan bersepeda jadi pengalaman yang sulit tergantikan oleh aktivitas digital.

Dari antusiasme pengunjung, jadi kelihatan kalau aktivitas semacam ini masih memiliki penggemarnya tersendiri. Bahkan, hobi yang dahulu dianggap sekadar permainan anak-anak kini berkembang menjadi ruang ekspresi, kreativitas, dan interaksi sosial.

Nggak Cuma Pamer Koleksi, Ada Ruang untuk Berkompetisi

Komunitas pecinta Tamiya adu kebolehan di lintasan Tamiya di Lantai Dasar, Sumaba, Bandung, Jum'at, 30 Oktober 2026. Foto: Dzikra Imron
Komunitas pecinta Tamiya adu kebolehan di lintasan Tamiya di Lantai Dasar, Sumaba, Bandung, Jum’at, 30 Oktober 2026. Foto: Dzikra Imron

Hobi tak selalu berhenti pada aktivitas mengoleksi atau menikmati sesuatu secara pribadi. Tapi selalu ada cerita tentang ketekunan mencari barang, pengetahuan mengenai produk, hingga hubungan yang terbangun dengan sesama kolektor. Begitu pula dengan komunitas BMX dan berbagai aktivitas lainnya yang membutuhkan keterampilan serta latihan.

Hal ini juga menjadi salah satu daya tarik festival hobi. Pengunjung tidak hanya datang sebagai penonton, tetapi bisa mengenal orang-orang dengan minat serupa, bertukar pengalaman, dan menemukan kesenangan baru.

Kegiatan ini bisa jadi gambaran, kalau hobi juga punya nilai sosial yang cukup penting. Di tengah kehidupan yang semakin didominasi oleh tatap-tatapan dengan layar, kegiatan berbasis komunitas memberikan kesempatan untuk kembali berinteraksi dan bersosialisasi secara langsung..

Hujan Tak Menghalangi Nostalgia Bersama Pas Band

Music performance oleh Pas Band di tengah hujan yang mengguyur Kota Bandung, Jum'at, 30 Oktober 2026. Foto_ Dzikra Imron.png
Music performance oleh Pas Band di tengah hujan yang mengguyur Kota Bandung, Jum’at, 30 Oktober 2026. Foto: Dzikra Imron.

Remaja vintage nggak bisa lepas dari salah satu penampil ini, yaitu Pas band. Band bergenre rock ini, turut memeriahkan festival yang di gelar di Summarecon Mall Bandung. 

Hujan deras yang mengguyur Bandung (30/10/2026), justru bikin penonton semakin larut dalam nostalgia masa muda dan sing along, dan nggak menyurutkan antusiasme pengunjung yang sudah menantikan penampilan band legendaris yang mulai debut tahun 1991 tersebut.

Penampilan Pas Band terasa membawa penonton kembali ke masa muda, ketika mendengarkan musik bersama teman seangkatan, datang ke konser, atau kirim-kiriman lagu via radio menjadi rutinitas seru yang sangat berarti.

Buat sebagian generasi milenial, Pas Band bukan sekadar grup musik yang tampil di sebuah festival. Lagu-lagunya menjadi pengingat terhadap fase kehidupan ketika musik menjadi bagian penting dari pergaulan dan identitas anak muda.

Apakah Ini Nostalgia atau Cara Menikmati Hobi di Masa Sekarang?

Pajangan dari stan minitatur di Lantai Dasar, Sumaba, Bandung, Jum'at, 30 Oktober 2026. Foto: Dzikra Imron
Pajangan dari stan minitatur di Lantai Dasar, Sumaba, Bandung, Jum’at, 30 Oktober 2026. Foto: Dzikra Imron

Kita bisa jadikan Hobbies Fest 2026 sebagai gambaran fenomena nostalgic culture, ketika sesuatu dari masa lalu kembali mendapatkan tempat dalam kehidupan masyarakat.

Bagi generasi milenial yang kini mulai memasuki usia dewasa, hobi masa kecil menawarkan pengalaman yang berbeda dari rutinitas sehari-hari. Ada kesenangan sederhana ketika kembali menemukan permainan, benda koleksi, atau musik yang pernah menemani masa muda.

Namun, fenomena ini tidak melulu soal keinginan kembali menjadi anak-anak. Nostalgia juga bisa menjadi cara seseorang menjaga hubungan dengan pengalaman masa lalunya. Di tengah perubahan gaya hidup dan perkembangan teknologi, hobi-hobi tersebut justru memperlihatkan bahwa kesenangan tak selalu harus mengikuti tren terbaru. Sesuatu yang sederhana dan pernah populer puluhan tahun lalu tetap bisa memberikan kebahagiaan.

Pada akhirnya, menjadi dewasa bukan berarti harus meninggalkan semua kesenangan masa kecil. Kadang-kadang, kita hanya perlu menemukan alasan untuk menikmatinya kembali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *