iPhone Duo Melantai, Samsung Hingga Duolingo Ikut Goyang

Jakarta – Setelah bertahun-tahun cuek melihat Samsung, Huawei, Motorola hingga sejumlah brand China bermain di ranah smartphone lipat, Apple akhirnya meluncurkan iPhone Duo. Lewat event “Surprise and Shine” di Apple Park, Cupertino, Amerika Serikat, Rabu (9/9/2026), iPhone Duo diposisikan sebagai perpaduan antara pengalaman iPhone dan layar besar ala iPad dalam satu device.

Samsung: “Bro, We’ve Seen This Before”

Dan tentu saja, sebuah iPhone baru enggak akan lengkap tanpa drama Apple versus Samsung. Enggak lama setelah iPhone Duo diperkenalkan, Samsung Mobile US ikut nimbrung di media sosial. Samsung menyindir Apple karena baru masuk ke pasar foldable setelah Samsung sudah bermain di kategori tersebut bertahun-tahun lamanya.

Dalam salah satu responsnya, Samsung bahkan menimpali candaan Duolingo dengan kalimat yang intinya menyebut Apple juga telah “meniru” mereka.

Savage? Absolutely.

Samsung memang punya sejarah panjang di kategori foldable. Perusahaan Korea Selatan tersebut memperkenalkan Galaxy Fold pertamanya pada 2019 dan sejak saat itu terus mengembangkan lini Galaxy Z Fold dan Z Flip.

Reuters mencatat masuknya Apple dipandang sebagai ancaman serius bagi posisi Samsung, terutama karena Apple memiliki kekuatan brand dan ekosistem yang berpotensi membuat foldable phone menjadi jauh lebih mainstream. Dengan kata lain, Samsung mungkin bisa bilang, “We were here first.”

Tapi Apple datang dengan sesuatu yang Samsung enggak punya: logo apel yang bisa bikin orang rela antre.

Duolingo Ikut Terseret Gara-Gara Nama “Duo”

Plot twist paling random datang dari Duolingo. Nama “Duo” ternyata langsung dimanfaatkan oleh aplikasi belajar bahasa tersebut untuk ikut masuk ke percakapan. Duolingo, yang maskotnya juga bernama Duo, merespons peluncuran iPhone Duo dengan candaan di media sosial: “We infringed upon”, lengkap dengan emoji tertawa sampai menangis.

Samsung kemudian ikut membalas dengan menyatakan solidaritas kepada Duolingo. Sebuah product launch tetiba aja berubah menjadi brand social media roast session.

Apple launch: ✅
Samsung trolling: ✅
Duolingo masuk: ✅
Internet chaos: 100%

Dan honestly, ini justru menjadi salah satu bagian paling entertaining dari peluncuran iPhone Duo.

Motorola Juga Enggak Mau Ketinggalan

Enggak cuma Samsung.

Motorola juga memanfaatkan momentum peluncuran iPhone Duo dengan menggoda publik lewat perangkat foldable mereka sendiri. Android Central melaporkan Motorola merespons dengan teaser terkait langkah berikutnya dari lini Razr Fold.

Strateginya cukup obvious: ketika semua orang sedang membicarakan “Apple dan foldable”, brand lain tinggal masuk ke conversation dan mengingatkan publik bahwa mereka sudah bermain di sana lebih dulu.

Smart marketing? Definitely.

Bagaimana Reaksi Para Tech Creator?

Di kalangan reviewer dan creator teknologi, respons awal terhadap Duo juga enggak sepenuhnya satu suara. Ada yang melihat desain passport-style dan layar 7,6 inci sebagai sesuatu yang justru membuat format foldable lebih masuk akal untuk konsumsi konten, multitasking dan aktivitas sehari-hari.

Bentuk layarnya yang lebih lebar bahkan dianggap punya potensi menarik bagi content creator karena rasio layarnya berbeda dari foldable konvensional.

Tapi ada juga sejumlah kekhawatiran: harga yang sangat tinggi, bobot, durability, crease dan apakah aplikasi pihak ketiga benar-benar akan dioptimalkan untuk format baru tersebut.

The Verge, misalnya, mencatat respons internal yang cukup mixed. Sebagian melihat Duo sebagai perangkat yang menarik dan berpotensi menjadi alternatif iPad Mini, sementara yang lain masih mempertanyakan harga dan ketahanan layar lipat dalam pemakaian jangka panjang.

Jadi kalau Tilt Mates nanya, “Apakah semua orang langsung bilang ini keren?”

Jawabannya: Nope.

Justru perdebatan soal apakah Apple benar-benar membawa inovasi baru atau sekadar menyempurnakan teknologi yang sudah ada kemungkinan bakal menjadi salah satu diskusi terbesar setelah Duo mulai beredar.

Apple Datang Belakangan, Tapi Bisa Jadi Game Changer

Yang menarik, Apple sebenarnya masuk ke pasar foldable bertahun-tahun setelah Samsung.

Namun justru itu yang membuat peluncuran Duo menjadi penting.

Pasar foldable selama ini masih relatif niche. Reuters mengutip proyeksi IDC yang memperkirakan Apple berpotensi menguasai sekitar 40 persen pasar foldable pada akhir 2027 jika permintaan terhadap perangkat ini berkembang sesuai ekspektasi. Artinya, Apple mungkin enggak perlu menjadi pionir. Mereka cuma perlu melakukan apa yang selama ini sering mereka lakukan:

Masuk belakangan, polish everything, lalu membuat mainstream audience bilang, “Oh, ternyata gue butuh ini.”

Apakah strategi tersebut bakal berhasil? Well, that’s the million-dollar question. Atau dalam kasus ini… the $1,999 question.

iPhone Duo: Innovation atau Late to the Party?

Kalau melihat spesifikasinya, iPhone Duo memang bukan foldable pertama.

Bukan juga yang pertama menawarkan multitasking, layar besar, stylus support atau desain book-style.

Tetapi Apple punya senjata yang berbeda: ecosystem.

Duo bukan cuma dijual sebagai smartphone lipat. Apple ingin menjadikannya bagian dari pengalaman iPhone, iOS, Apple Intelligence, Apple Pencil, MagSafe dan seluruh ekosistem perangkat mereka.

Dan mungkin justru di situlah pertarungan sebenarnya dimulai. Samsung punya pengalaman foldable lebih panjang. Brand China punya inovasi hardware yang agresif. Motorola punya pengalaman clamshell. Tapi sekarang Apple masuk membawa seluruh ekosistemnya.

So, Tilt Mates… Welcome to the new foldable war.

Penulis : Agung Hardiansyah

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top