Mengapa Lagu Tertentu Terus Berputar di Kepala? Mengenal Fenomena ‘Earworm’

BANDUNG – Pernahkah Kamu mendapati satu potongan lagu terus berputar di kepala selama berjam-jam, bahkan berhari-hari, padahal Kamu tidak sedang mendengarkannya? Fenomena ini dikenal secara ilmiah sebagai Involuntary Musical Imagery (INMI), atau yang lebih populer dengan sebutan Earworm.

Meskipun sering kali dianggap sepele, earworm merupakan bentuk aktivitas kognitif yang kompleks. Data menunjukkan bahwa sekitar 90% orang mengalami fenomena ini setidaknya sekali dalam seminggu.

Mengapa Lagu Bisa “Tersangkut”?

Fenomena ini biasanya dipicu oleh lagu-lagu yang memiliki tempo cepat, melodi sederhana, namun memiliki interval yang unik. Menurut para ahli, otak manusia cenderung mencoba melengkapi pola yang tidak selesai. Jika kita hanya mengingat sebagian melodi, otak akan terus memutarnya berulang kali dalam upaya untuk “menyelesaikan” tugas tersebut.

Penjelasan Para Pakar

Fenomena ini telah menarik perhatian para psikolog musik selama bertahun-tahun. Dr. Kelly Jakubowski dari Durham University, Inggris, telah melakukan penelitian mendalam mengenai karakteristik lagu yang mudah menjadi earworm.

“Lagu-lagu ini biasanya memiliki kecepatan (tempo) yang cukup cepat serta bentuk melodi yang umum, namun memiliki beberapa interval unik—seperti lompatan nada atau pengulangan—yang membuatnya menonjol dari lagu pop rata-rata,” jelas Dr. Kelly Jakubowski dalam jurnal yang dipublikasikan oleh American Psychological Association.


Tips Mengusir ‘Earworm’ yang Mengganggu

Jika Kamu merasa terganggu dengan melodi yang tidak kunjung hilang, para peneliti menyarankan beberapa metode praktis yang terbukti secara ilmiah:

  1. Dengarkan Lagu Secara Utuh: Seringkali otak terjebak karena hanya mengingat potongan (refrain). Mendengarkan versi lengkap membantu otak “menutup file” memori tersebut.
  2. Alihkan Fokus Kognitif: Cobalah mengerjakan teka-teki silang, membaca buku, atau melakukan aktivitas yang melibatkan kerja kata-kata untuk mengalihkan pusat musik di otak.
  3. Mengunyah Permen Karet: Penelitian dari University of Reading menunjukkan bahwa gerakan motorik rahang saat mengunyah dapat mengganggu jalur memori jangka pendek yang digunakan untuk membayangkan musik.

Para ahli menyimpulkan bahwa earworm adalah bagian normal dari fungsi otak manusia. Namun, jika fenomena ini terjadi terus-menerus hingga mengganggu tidur atau produktivitas secara ekstrem, disarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga profesional.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *