
JAKARTA – Di era ekonomi kreatif saat ini, kayaknya ada tekanan yang gak tertulis gamblang: “Kalau kamu punya bakat, jangan lakukan secara gratis.” Tren menjadikan hobi sebagai side hustle atau pekerjaan sampingan lagi meledak nih Tilt Mates. Apa-apa selalu dicari celah cuannya, termasuk urusan hobi! Tapi, di tengah gempuran tren penghasilan ini, muncul pertanyaan besar: Apa iya mengubah kesenangan menjadi pekerjaan justru bakal membunuh kesenangan itu sendiri?
Jebakan “Hobi Jadi Cuan”
Maya (26), seorang ilustrator yang awalnya hanya gemar menggambar untuk melepas stres, membagikan pengalamannya. Setelah mulai menerima pesanan (commission), ia merasa hubungannya dengan menggambar berubah total.
“Dulu, menggambar adalah cara saya lari dari dunia. Tapi begitu ada uang dan deadline di dalamnya, menggambar jadi beban. Saya nggak lagi menggambar apa yang saya suka, tapi apa yang diminta klien. Akhirnya, saya malah butuh hobi baru untuk menghilangkan stres dari hobi lama saya,” ujar Maya.
Pentingnya Hobi Tanpa Target
Psikolog organisasi, Dr. Hendra Wijaya, menjelaskan bahwa manusia membutuhkan aktivitas yang disebut sebagai autotelic activity—aktivitas yang dilakukan demi aktivitas itu sendiri, bukan karena hasil akhirnya.
“Ketika hobi diubah menjadi uang, otak kita beralih dari motivasi intrinsik (kepuasan batin) ke motivasi ekstrinsik (hadiah/uang). Risikonya adalah burnout. Kita butuh setidaknya satu hobi yang ‘berantakan’, tidak sempurna, dan tidak menghasilkan uang agar kesehatan mental tetap terjaga,” ujar Dr. Hendra.

Pilih Mana: Cuan atau Senang?
Well, gak ada pilihan yang salah sih, tapi penting yaa Tilt Mates untuk memahami konsekuensinya agar kita gak kehilangan arah.
Kesimpulan: Mencari Jalan Tengah
Menjadikan hobi sebagai sumber penghasilan adalah prestasi yang luar biasa, namun mempertahankan hobi cuma baut kesenangan adalah bentuk self care yang krusial. Strategi terbaik adalah memiliki keduanya: satu hobi untuk membayar tagihan, dan satu hobi lagi untuk menjaga kewarasan.
Sebab, gak semua hal indah di dunia ini harus diberi label harga. Kadang, nilai tertinggi dari sebuah hobi adalah senyum yang muncul saat kita melakukannya tanpa beban. Bener gak? (KIN)


