TiltUp.IDNewsroom Ecosystem  |  Agung Hardiansyah
Newsroom Ecosystem  |  Jurnalisme Televisi

EKOSISTEM REDAKSI

PROGRAM BERITA HARIAN TELEVISI

Disusun oleh Agung Hardiansyah

Di laptop: ←→ pindah slide, M menu, / cari, F layar penuh. Di ponsel atau tablet: pakai tombol bawah atau geser layar. Hampir semua kotak dan tombol bisa diklik.

SATU REDAKSI, BANYAK PERANREPORTERCAMERAMANPRODUCERON AIRANCHOREDITOR

Peta Materi

Lima bagian yang saling terhubung. Ketuk kotak mana saja untuk lompat, tidak harus berurutan.

Jalan pintas
Bagian 1 dari 5
01

Daily News Department

Dua divisi yang saling melengkapi

Daily News Department

Di stasiun televisi, departemen berita harian terbagi dua divisi. Ketuk peran untuk melihat job desk-nya.

Divisi 1
News Gathering

Tim lapangan: mengumpulkan berita dari berbagai tempat, lalu menyetorkannya ke newsroom.

Divisi 2
News Producing

Tim newsroom: mengolah bahan mentah menjadi siaran yang siap tayang.

News Gathering

Reporter

Mata dan telinga redaksi di lapangan.

Job desk

  1. Mencari, mengumpulkan, dan memverifikasi fakta di lokasi liputan.
  2. Mewawancarai narasumber dan merekam pernyataannya (SOT).
  3. Menulis naskah, lalu merekam narasi atau stand-up.
  4. Mengarahkan camera person agar gambar sesuai kebutuhan cerita.
  5. Menyetor naskah dan materi ke koordinator liputan sebelum tenggat.
  6. Menjaga Kode Etik Jurnalistik dan P3SPS selama di lapangan.
Hasil kerjaNaskah, wawancara (SOT), dan gambar liputan bersama camera person.
Bekerja dengan
Terlibat di tahap
PRESS

Mic cube: alat khas reporter TV untuk wawancara.

News Gathering

Camera Person

Menceritakan peristiwa lewat gambar.

Job desk

  1. Merekam gambar yang cukup untuk dirangkai: wide, medium, close up, dan cutaway.
  2. Menjaga komposisi, fokus, pencahayaan, dan suara asli (natsound).
  3. Merekam wawancara dengan audio yang bersih.
  4. Menghindari gambar yang berlebihan secara etika, misalnya yang terlalu sadis.
  5. Merawat peralatan dan memori, lalu menyerahkan atau mengirim materi.
  6. Bekerja sama dengan reporter menentukan sudut pengambilan gambar.
Hasil kerjaFootage dan natsound yang siap diedit.
Bekerja dengan
Terlibat di tahap
REC

Gambar yang kuat sering menentukan apakah berita layak dibuat VO atau PKG.

News Gathering

Drone Pilot

Memberi sudut pandang dari udara.

Job desk

  1. Mengambil gambar udara untuk bencana, banjir, demonstrasi, atau kondisi kawasan.
  2. Memeriksa izin, zona terbang, cuaca, dan baterai sebelum terbang.
  3. Mematuhi aturan otoritas penerbangan dan menjaga keselamatan orang di sekitar.
  4. Menyusun jalur terbang dan daftar shot bersama reporter.
  5. Menyerahkan footage yang sudah diberi keterangan lokasi dan waktu.
Hasil kerjaFootage udara (establishing shot) yang memperlihatkan skala peristiwa.
Bekerja dengan
Terlibat di tahap

Di sebagian newsroom, peran ini dirangkap camera person.

News Gathering

Messenger

Memastikan materi sampai tepat waktu.

Job desk

  1. Mengantar materi fisik (memory card, hard disk) dari lokasi ke newsroom.
  2. Mengantar dokumen, surat, dan perlengkapan liputan.
  3. Memastikan materi tiba sebelum tenggat tayang.
  4. Menjaga keamanan dan keutuhan materi selama perjalanan.
Hasil kerjaMateri liputan yang tiba di newsroom sesuai jadwal.
Bekerja dengan
Terlibat di tahap
NEWSROOM

Transfer lewat internet mengurangi porsi tugas ini, tetapi masih penting untuk lokasi tanpa sinyal atau file besar.

News Gathering

Fixer

Tim advance: membuka jalan sebelum reporter tiba.

Job desk

  1. Mencari narasumber yang sulit ditemukan, agar reporter tiba tinggal wawancara.
  2. Mencari dan mensurvei lokasi terpencil sebelum tim berangkat.
  3. Melakukan riset lapangan awal: situasi, akses, dan keamanan.
  4. Mengurus izin, jadwal, dan kontak warga setempat.
  5. Menghubungkan reporter dengan narasumber dan menyiapkan logistik.
Hasil kerjaNarasumber siap, lokasi terkonfirmasi, dan informasi awal untuk reporter.
Bekerja dengan
Terlibat di tahap
SIAP

Fixer bekerja lebih dulu; reporter dan camera person menyusul.

News Gathering

Koordinator Liputan

Tidak turun ke lapangan, tetapi tetap bagian News Gathering.

Job desk

  1. Menugaskan reporter dan camera person sesuai tema yang disepakati.
  2. Mengumpulkan naskah dari setiap reporter atau kontributor.
  3. Menawarkan berita ke producer di rapat redaksi harian sebelum siaran.
  4. Membawa hasil rapat kembali ke tim lapangan sebagai penugasan.
  5. Memantau liputan dan memastikan tim menyetor tepat waktu.
  6. Pusat membawahi reporter di pusat; Daerah membawahi kontributor atau wartawan di daerah.
Hasil kerjaDaftar berita setoran yang siap ditawarkan di rapat redaksi.
Bekerja dengan
Terlibat di tahap
PUSATDAERAHKE RAPAT REDAKSI

Jembatan antara lapangan dan newsroom.

News Producing

Producer

Pengolah utama berita dan penentu isi siaran.

Job desk

  1. Memilah berita setoran dan menyusun rundown di rapat redaksi.
  2. Mengolah angle dan menyunting naskah sesuai kebijakan redaksi.
  3. Mengarahkan video editor dan graphic designer.
  4. Memantau kualitas sebelum dan saat tayang.
  5. Memimpin evaluasi dan perencanaan tayangan esok hari.
Hasil kerjaRundown dan berita yang diolah, siap tayang.
Bekerja dengan
Terlibat di tahap
RUNDOWN

Peran ini dibahas lengkap di Bagian 3.

News Producing

Production Assistant

Tangan kanan producer di meja produksi.

Job desk

  1. Membantu memasukkan naskah dan teks (CG) ke sistem.
  2. Mencatat dan mengecek durasi setiap item rundown.
  3. Mengatur jadwal dubbing dan pengiriman materi ke editor.
  4. Menyiapkan data pendukung dan riset ringan.
  5. Mengarsipkan materi dan naskah.
Hasil kerjaRundown dan materi yang tertib, tepat durasi.
Bekerja dengan
Terlibat di tahap

Pembagian tugas production assistant dapat berbeda antarstasiun.

News Producing

Video Editor

Merangkai gambar menjadi cerita.

Job desk

  1. Mencocokkan naskah yang sudah didubbing dengan gambar.
  2. Memilih gambar terbaik dan mengatur ritme penceritaan.
  3. Menata SOT, natsound, dan musik agar seimbang.
  4. Memasukkan ilustrasi dan motion graphic dari graphic designer.
  5. Menyesuaikan durasi dan menjaga agar gambar tidak menyesatkan.
Hasil kerjaBerita (PKG, VO, VO-SOT) yang sudah diedit.
Bekerja dengan
Terlibat di tahap

Editor ikut rapat redaksi untuk membahas pengemasan.

News Producing

Graphic Designer

Membuat berita lebih mudah dipahami dan dilihat.

Job desk

  1. Membuat nama dan jabatan (lower third) serta teks layar.
  2. Mengolah data menjadi infografis, peta, dan grafik.
  3. Membuat ilustrasi dan motion graphic untuk berita tanpa gambar.
  4. Menjaga identitas visual program dan keterbacaan di layar.
  5. Memeriksa ulang data dan ejaan sebelum grafis tayang.
Hasil kerjaGrafis, ilustrasi, dan motion graphic yang siap dipasang.
Bekerja dengan
Terlibat di tahap

Graphic designer ikut rapat redaksi untuk membahas sisi kreatif.

News Production (di layar)

News Anchor

Penyampai berita kepada audiens.

Job desk

  1. Membacakan dan menyampaikan berita secara jelas dan tenang.
  2. Ikut rapat redaksi untuk membahas pengemasan dan gaya penyampaian.
  3. Membaca lead-in, menjembatani antarberita, dan memimpin dialog live.
  4. Menjaga bahasa, etika, dan sikap netral di layar.
  5. Siap beradaptasi saat ada perubahan rundown atau breaking news.
Hasil kerjaSiaran yang tersampaikan kepada audiens.
Bekerja dengan
Terlibat di tahap
ON AIRTP

Bukan tokoh utama Daily News; itu producer (lihat Bagian 3).

Bagian 2 dari 5
02

Alur Berita

Dari lapangan sampai layar, lalu mengulang setiap hari

Alur dari Lapangan sampai Tayang

Siklus ini berulang setiap hari. Ketuk kotak tahap untuk melihat siapa yang terlibat dan apa yang dikerjakan.

Tahap 1: Pengumpulan Berita

Tim lapangan di pusat
Tim APolitik
Tim BEkonomi
Tim CKriminal
Tim DHiburan
Tim E dst.sesuai kebutuhan

Tiap tim: + . Fixer dan drone pilot membantu bila diperlukan.

Daerah

Kontributor dan wartawan di berbagai kota

Kota A, Kota B, Kota C, dan seterusnya.

Tahap 2: Rapat Redaksi

1MenawarkanKoordinator liputan membawa berita setoran dan menawarkannya ke producer.
2MemilahProducer memutuskan berita mana yang layak tayang, lalu menentukan urutannya.
3Menyusun rundownProducer menyusun urutan siaran dan format tiap berita.

Siapa saja yang hadir

Graphic designer, video editor, dan anchor hadir untuk membahas pengemasan dan sisi kreatif setiap berita.

Contoh susunan rundown
Segmen awalBerita terkuat dan terpenting, sebagai pembuka yang menarik perhatian.
Segmen tengahBerita pendukung, beragam topik, dan berita lanjutan.
Segmen akhirBerita yang lebih ringan atau penutup.

Pola umum; tiap program dapat menyesuaikan. Pertimbangannya:

Tahap 3: Pengolahan Berita

1Naskah dari lapanganNaskah dan gambar yang disetor tim lapangan.
3DubbingNaskah diisi suara untuk narasi.

Hasilnya: berita siap tayang, menunggu

Tahap 4: Quality Control

Sebelum tayang, berita dicek agar sesuai standar jurnalistik. Ketuk poin untuk melihat detail.

Akurasi fakta

Nama, jabatan, angka, tanggal, lokasi, dan kutipan dicek ulang terhadap sumber.

Catatan: Kesalahan kecil seperti salah nama atau angka sering menjadi bahan koreksi publik.

Verifikasi dan keberimbangan

Informasi diuji; pihak yang dituduh atau terkait diberi ruang bicara; fakta dan opini tidak dicampur secara menghakimi.

Catatan: Sejalan dengan Pasal 3 KEJ: menguji informasi, berimbang, dan asas praduga tak bersalah.

Kode Etik Jurnalistik

Tidak membuat berita bohong, fitnah, sadis, atau cabul; tidak menyebut identitas korban kejahatan susila dan anak pelaku kejahatan.

Catatan: Rujukan: Pasal 4 dan 5 KEJ. Berita yang keliru wajib diralat dan hak jawab dilayani (Pasal 10 dan 11).

P3SPS (KPI)

Kepatuhan pada Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) dan Standar Program Siaran (SPS) KPI 2012. SPS punya bab khusus Program Siaran Jurnalistik: prinsip jurnalistik, penggambaran kembali, muatan kekerasan dan kejahatan serta kewajiban penyamaran, peliputan terorisme, sidang pengadilan, dan bencana. Ada pula bab perlindungan anak, privasi, dan pembatasan kekerasan.

Catatan: Rujukan: Peraturan KPI No. 01/P/KPI/03/2012 (P3) dan No. 02/P/KPI/03/2012 (SPS). Cek ketentuan terbaru di KPI sebelum dipakai sebagai rujukan formal.

Perlindungan identitas dan gambar

Blur wajah korban, anak, atau saksi yang harus dilindungi; sensor gambar mengerikan; samarkan plat nomor atau dokumen pribadi bila perlu.

Catatan: Tanyakan: apakah gambar ini perlu, atau cukup diceritakan?

Teknis audio dan video

Level suara seimbang, narasi tidak tertimpa musik, gambar sinkron dengan suara, tidak ada glitch, dan teks aman di area layar.

Catatan: Pengecekan akhir sebelum file masuk playlist siaran.

Teks dan grafis

Ejaan nama dan jabatan, angka di grafik, lower third sesuai narasumber, dan label gambar (arsip, ilustrasi, rekaman warga).

Catatan: Label menjaga audiens tidak keliru menafsirkan gambar.

Hak cipta dan kesesuaian judul

Footage, foto, dan musik jelas izinnya; judul dan teaser sesuai isi dan tidak menyesatkan.

Catatan: Judul yang berlebihan melemahkan kepercayaan audiens.

Tahap 5: On Air

ON AIRTP

Tahap 6: Evaluasi dan Budgeting

Setelah siaran, tim berkumpul lagi: menilai tayangan hari ini sekaligus merencanakan berita esok hari.

Evaluasi tayangan
  • Apa yang berjalan baik?
  • Kesalahan teks, suara, atau fakta
  • Tanggapan audiens bila tersedia
Budgeting berita esok
  • Agenda terjadwal besok
  • Isu yang masih berkembang
  • Ide liputan mendalam
Hasil rapat
  • Tema dan topik disepakati
  • Koordinator liputan menugaskan tim
  • Reporter dan camera person berangkat meliput
Esok harinya, siklus kembali ke tahap 1.
Bagian 3 dari 5
03

Peran Producer

Tokoh utama Daily News bukan pembaca berita

Tokoh Utama Daily News: Producer

Bukan pembaca berita, melainkan producer. Ibaratnya juru masak yang mengolah rasa.

Bahan mentahNaskah dan gambar mentah dari reporter dan camera person.
Juru masak: producerMemilih angle, mengolah rasa, dan mengemas secara kreatif.
Hidangan: siaranBerita yang menarik, benar, dan layak ditonton.
RUNDOWN

Tiga Fungsi Producer

Producer menjadi pusat pengolahan berita karena menjalankan tiga fungsi sekaligus.

Fungsi Koordinatif

Mengoordinasikan lintas divisi dan departemen, mengorkestrasi semua kebutuhan.

Producer
Tim teknis siaranStudio, ruang kontrol, dan jadwal tayang.

Fungsi Operasional

Producer juga bekerja langsung pada materi berita.

  • Menyunting naskah: angle, bahasa penyiaran, dan durasi.
  • Memasukkan teks layar (CG) dan memeriksa tampilannya.
  • Membuat ide liputan dan mengemasnya secara kreatif.
  • Menyusun rundown dan menentukan format tiap berita:
Contoh format naskah (fiktif)
VideoAudio
Anchor di studioLead-in: banjir rendam tiga kecamatan.
Gambar banjir, warga mengungsiNarasi reporter (VO)
Wawancara wargaSOT: pernyataan warga
Grafis jumlah pengungsiNarasi penutup

Fungsi Kontroling

Memantau kualitas berita yang hendak tayang.

Memastikan tidak ada keliru

Tidak ada salah fakta, nama, angka, atau teks (galat).

Menjaga kaidah jurnalistik

Akurat, berimbang, dan sesuai Kode Etik Jurnalistik.

Mematuhi P3SPS

Pedoman perilaku penyiaran dan standar program siaran.

Bagian 4 dari 5
04

News Value

Mengapa satu peristiwa layak tayang, yang lain tidak

News Value

Producer menyusun rundown berdasarkan bobot berita. Ketuk satu poin untuk melihat penjelasannya.

Magnitude

Besarnya skala peristiwa: jumlah korban, besar angka, luas wilayah terdampak.

Contoh: Banjir yang merendam beberapa kecamatan dan ribuan warga mengungsi.

Pertanyaan producer: Seberapa besar skalanya?

Proximity

Kedekatan dengan audiens, baik secara geografis maupun emosional.

Contoh: Jalan rusak di kota tempat siaran, atau WNI yang terdampak di luar negeri.

Pertanyaan producer: Seberapa dekat dengan penonton kita?

Impact

Dampak langsung terhadap kehidupan audiens.

Contoh: Kenaikan harga BBM atau perubahan aturan yang menyangkut banyak orang.

Pertanyaan producer: Apa akibatnya bagi penonton?

Prominence

Ketokohan: orang atau lembaga terkenal dan berpengaruh.

Contoh: Pernyataan presiden, atau kabar tentang artis dan tokoh publik.

Pertanyaan producer: Siapa yang terlibat dan seberapa dikenal?

Oddity

Keganjilan: sesuatu yang aneh dan menarik rasa penasaran.

Contoh: Hewan lahir dengan ciri tidak lazim; kejadian lucu atau unik.

Pertanyaan producer: Apa yang membuat orang berkata "kok bisa?"

Oddity (keganjilan) dan unusualness (luar biasa atau langka) beririsan; pada praktiknya sering dipakai bergantian.

Relevancy / Relatability

Keterkaitan dengan hal yang sedang dipikirkan atau dialami audiens.

Contoh: Tips menghadapi musim hujan saat cuaca ekstrem sedang berlangsung.

Pertanyaan producer: Apakah penonton merasa ini tentang mereka?

Conflict

Pertentangan atau ketegangan antar pihak.

Contoh: Demonstrasi yang berujung bentrokan, atau sengketa antar pihak.

Pertanyaan producer: Siapa berhadapan dengan siapa, dan sudahkah kedua sisi diberi ruang?

Unusualness

Peristiwa luar biasa: jarang terjadi, pertama kali, atau memecahkan rekor.

Contoh: Rekor baru, kejadian pertama dalam puluhan tahun.

Pertanyaan producer: Apakah ini jarang atau belum pernah terjadi?

Oddity (keganjilan) dan unusualness (luar biasa atau langka) beririsan; pada praktiknya sering dipakai bergantian.

Currency

Aktualitas: baru terjadi atau sedang hangat dibicarakan.

Contoh: Kejadian beberapa jam lalu, atau isu yang sedang jadi sorotan publik.

Pertanyaan producer: Seberapa baru dan masih hangatkah?

Currency sering juga disebut timeliness.

Daftar ini ringkasan praktik newsroom. Riset akademik (Galtung dan Ruge, 1965; Harcup dan O'Neill, 2001 dan 2016) menambahkan nilai lain seperti surprise, bad news, good news, shareability, dan audio-visuals, yang sangat relevan untuk televisi.

Simulasi Bobot Berita

Pilih contoh berita, atau centang sendiri nilai berita yang dimilikinya.

Hasil
0dari 9 nilai berita

Pilih nilai berita di sebelah kiri.

Alat bantu belajar sederhana: tiap nilai dihitung sama. Di newsroom, producer juga menimbang tujuan program, ketersediaan gambar, dan kebijakan redaksi.

Bagian 5 dari 5
05

Format Berita Tunggal

Cara sebuah berita dikemas di layar

Format Berita Tunggal

Producer memilih format yang paling pas untuk tiap berita di program Daily News. Ketuk untuk definisi dan kapan dipilih.

Reader

Anchor membacakan naskah tanpa gambar bergerak, biasanya dengan latar atau grafis sederhana.

Kapan dipilih: Berita singkat atau bertenggat sangat mepet, saat belum ada gambar.

Catatan: Durasi lazim sekitar 15 sampai 30 detik (kisaran; tiap stasiun berbeda).

SOT

Sound on tape: cuplikan pernyataan narasumber dengan suara aslinya.

Kapan dipilih: Untuk memberi suara langsung narasumber: kesaksian, klarifikasi, pernyataan.

Catatan: Biasanya pendek dan dipakai bersama format lain (misalnya VO-SOT).

Graphic

Berita disampaikan lewat grafis: angka, peta, kronologi, atau infografis.

Kapan dipilih: Saat data atau urutan peristiwa lebih mudah dipahami lewat visual.

Catatan: Akurasi data wajib dicek sebelum grafis tayang.

Roll Clip

Tayangan klip video yang bergulir, biasanya dengan suara aslinya, tanpa narasi reporter.

Kapan dipilih: Saat rekaman itu sendiri sudah menjelaskan peristiwa, misalnya rekaman CCTV atau video warga.

Catatan: Pastikan sumber dan keaslian rekaman; beri label.

VO

Voice over: anchor atau reporter membacakan naskah sementara gambar ditayangkan menutup suara.

Kapan dipilih: Gambar kuat tetapi tidak ada wawancara, waktu produksi terbatas, atau informasinya sederhana.

Catatan: Durasi sekitar 20 sampai 45 detik (kisaran).

PKG

Package: berita lengkap hasil editing, berisi narasi, gambar, dan SOT dalam satu kemasan utuh.

Kapan dipilih: Isu penting yang butuh konteks, beberapa sumber, dan alur cerita.

Catatan: Durasi lazim sekitar 1,5 sampai 3 menit (kisaran).

Clean Feed

Gambar bersih tanpa teks, grafis, atau narasi yang ditumpuk; hanya gambar dan suara asli.

Kapan dipilih: Saat gambar akan dipakai ulang atau ditambah narasi dan grafis di tahap lain.

Catatan: Istilah ini bisa berbeda cakupannya antarstasiun; sepakati definisi di newsroom.

LOT

Live on tape: laporan reporter yang direkam lebih dulu lalu ditayangkan dengan format laporan langsung.

Kapan dipilih: Saat sinyal live tidak tersedia, berisiko, atau waktu liputan tidak sama dengan jam tayang.

Catatan: Beri label rekaman agar audiens tidak mengira itu live.

Live Report

Reporter melapor langsung dari lokasi kejadian saat siaran berlangsung.

Kapan dipilih: Peristiwa sedang berlangsung dan penting, serta ada perkembangan nyata untuk dilaporkan.

Catatan: Perlu sinyal stabil dan koordinasi ketat dengan studio.

Live by Phone

Laporan langsung lewat telepon, biasanya ditemani foto, peta, atau grafis statis.

Kapan dipilih: Saat gambar live belum bisa dikirim tetapi informasi langsung dari lokasi penting.

Catatan: Kualitas suara harus dipastikan sebelum dialirkan.

Live Dialogue

Anchor berdialog langsung dengan reporter, narasumber, atau pakar.

Kapan dipilih: Saat butuh penjelasan, konteks, atau tanggapan yang bisa dikejar secara spontan.

Catatan: Siapkan daftar pertanyaan dan durasi agar tetap fokus.

Kapan Producer Memilih PKG?

  • Isu penting yang butuh konteks, latar, dan penjelasan.
  • Ada lebih dari satu narasumber atau sudut pandang.
  • Cerita punya alur: ada awal, tengah, dan penutup.
  • Gambar cukup dan waktu produksi memadai (dubbing, editing, grafis).
  • Berita mendalam, feature, atau liputan khusus.

PKG termasuk format yang paling sering tayang berdiri sendiri.

Anatomi PKG (contoh)
Lead-in anchorNarasi + gambarSOT 1NarasiSOT 2Stand-up

Waktu atau gambar tidak cukup? Turunkan ke atau VO-SOT.

Kapan Producer Memilih VO?

  • Gambar kuat, tetapi belum ada atau tidak perlu wawancara.
  • Waktu produksi mepet menjelang tayang.
  • Informasinya cukup sederhana untuk disampaikan dalam satu narasi singkat.
  • Dibutuhkan variasi agar rundown tidak seragam.
  • Sering dikombinasikan dengan SOT menjadi VO-SOT.
PKG atau VO?
PKGVO
IsiLengkap, beralurRingkas
NarasumberBeberapaBelum tentu ada
Waktu olahLebih lamaLebih singkat
DurasiLebih panjangLebih pendek
Cocok untukIsu pentingBerita cepat

Kenapa Producer Memilih Live Report?

Tujuannya
  • Menyajikan aktualitas: audiens melihat peristiwa saat terjadi.
  • Memberi bukti bahwa tim kita ada di lokasi.
  • Menyampaikan perkembangan terbaru dari sumber langsung.
  • Membuka interaksi anchor dan reporter ().
Kapan sebaiknya tidak
  • Tidak ada perkembangan baru untuk dilaporkan.
  • Sinyal buruk atau risiko keselamatan tinggi.
  • Informasi belum terverifikasi.

Live tanpa isi justru melemahkan siaran. Alternatifnya atau .

Di Industri, Format Jarang Berdiri Sendiri

Kecuali PKG, format biasanya dikombinasikan. Ketuk bagian mana pun untuk melihat definisinya.

VO-SOT
LOT-Grafis
Live-SOT
Reader-Graphic
PKG (berdiri sendiri)

Lebar batang hanya ilustrasi proporsi, bukan standar durasi.

Rangkuman

Lapangan mengumpulkan. Newsroom mengolah. Producer memastikan layak tayang.

Siaran berita harian adalah kerja tim yang berputar setiap hari: liputan, rapat redaksi, pengolahan, quality control, on air, lalu evaluasi.

Agung Hardiansyah  |  adhardiansyah@live.com
TiltUp.ID  |  newsroom@tiltup.id  |  @tiltupid

Sumber Literasi

Materi ini bersumber dari pengalaman belasan tahun Agung Hardiansyah sebagai jurnalis: reporter di lapangan, producer, news anchor, hingga jabatan tertinggi di kantor sebelumnya. Isinya dicek silang dengan sumber berikut.

Regulasi dan etika (Indonesia)
  • Dewan Pers. Kode Etik Jurnalistik (11 pasal), Peraturan Dewan Pers No. 6/Peraturan-DP/V/2008. tautan
  • KPI. Standar Program Siaran, Peraturan KPI No. 02/P/KPI/03/2012 (Bab XVIII: Program Siaran Jurnalistik). tautan
  • KPI. Pedoman Perilaku Penyiaran, Peraturan KPI No. 01/P/KPI/03/2012. Dokumen resmi di JDIH KPI. tautan
  • UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers dan UU No. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran.
News value
  • Galtung, J. dan Ruge, M. H. (1965). The Structure of Foreign News. Journal of Peace Research, 2(1), 64-91.
  • Harcup, T. dan O'Neill, D. (2016). What is News? News Values Revisited (Again). Journalism Studies. tautan
  • Bednarek, M. dan Caple, H. (2017). The Discourse of News Values. Oxford University Press.
Produksi dan jurnalistik televisi
  • Fachruddin, A. Dasar-Dasar Produksi Televisi. Jakarta: Kencana.
  • Morissan (2008). Jurnalistik Televisi Mutakhir. Jakarta: Kencana.
  • Morissan. Manajemen Media Penyiaran: Strategi Mengelola Radio dan Televisi. Jakarta: Prenada Media.
  • Rusman, L. dan Utud, Y. Kreatif Siaran Televisi: Hard News, Soft News, Drama, Nondrama. Jakarta: Kencana.
  • Wibowo, F. (1997). Dasar-Dasar Produksi Program Televisi. Jakarta: Gramedia.
Literatur luar negeri
  • Chapman, J. dan Kinsey, M. (2009). Broadcast Journalism: A Critical Introduction. Oxon: Routledge.
  • RTDNA (2015). Code of Ethics. Radio Television Digital News Association. tautan

Istilah dan praktik newsroom dapat berbeda antarstasiun. Untuk rujukan formal, buka dokumen resmi masing-masing.

◂ Geser kiri atau kanan untuk pindah slide ▸